Berbicara tentang kepemimpinan, mantan presiden AS Barack Obama mengatakan, “Saya benar-benar yakin bahwa selama dua tahun jika setiap negara di dunia dijalankan oleh wanita, Anda akan melihat peningkatan yang signifikan di seluruh bidang di hampir semua hal standar hidup dan hasil.”

Pernyataan Obama agaknya terlalu berlebihan, namun hal juga banyak terjadi. Yang terbaru adalah kepemimpinan pemerintahan di Inggris oleh Ratu Elizabeth II,  yang mana ia telah duduk di tahtanya hampir nyaris selama 70 tahun dan menjadikannya sebagai ratu dengan kekuasaan terlama sepanjang sejarah Kerajaan Inggris.

Dalam cakupan yang lebih kecil di suatu perusahaan, efektivitas kepemimpinan yang dinilai sendiri, manajer pria cenderung memberi diri mereka peringkat efektivitas kepemimpinan yang lebih tinggi daripada manajer wanita. Sementara itu, jika kita hanya melihat peringkat dari sumber lain (yaitu, supervisor dan bawahan), manajer wanita menerima peringkat efektivitas kepemimpinan yang lebih tinggi daripada rekan prianya.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Sertifikasi Agile Coach Bertaraf Internasional

Mengapa Wanita Bisa Jadi Pemimpin yang Lebih Baik

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai hal ini, seorang pemimpin perlu memiliki keterampilan yang dapat secara efektif mengkomunikasikan tujuan, memotivasi orang lain, membantu orang lain meningkatkan, memberikan dukungan bila diperlukan dan memastikan kesejahteraan bawahan mereka.

Hasil survei baik dari atasan maupun bawahan menunjukkan bahwa orang-orang percaya bahwa pemimpin wanita lebih baik dalam berkomunikasi dengan orang lain dan menunjukkan pertimbangan.

Beberapa Ciri yang Sangat Menentukan Kepemimpinan Perempuan:

Berorientasi Kepada Publik

Mereka mudah bergaul, ekspresif, dan menjalin hubungan dekat, memperkuat kemungkinan mencapai komitmen, baik tujuan perusahaan atau proyek tertentu.

Baca juga: Pentingnya Menjadi Mind Practitioner bagi Leader Perusahaan

Kecenderungan untuk Saling bekerja sama

Kerja tim lebih alami dengan melibatkan dan melibatkan orang secara aktif biasanya kerap dilakukan. Mereka juga memastikan bahwa prosedur dilakukan secara tertib dan sehat.

Kapasitas untuk beroperasi

Mereka memiliki kapasitas bawaan untuk berpikir dan beroperasi ke arah yang berbeda pada saat yang sama. Ini menawarkan keuntungan ketika membuat keputusan dan menghadapi krisis.

Kepemimpinan Inklusif

Kepemimpinan perempuan bersifat inklusif, mendorong partisipasi dan berbagi informasi dan kekuasaan dengan orang-orang yang dipimpinnya. Dia cenderung menciptakan dan memperkuat identitas kelompok.

Prevalensi emosional

Mereka umumnya mampu mempertimbangkan sisi “kemanusiaan” individu dan menghasilkan empati tingkat tinggi.

Baca juga: Pentingnya Growth Mindset dan Cara Mengembangkannya

Tantangan Pemimpin Perempuan

Pada dasarnya, rintangan yang dialami oleh pemimpin semuanya sama, baik itu perempuan maupun laki laki. Namun ada beberapa tantangan yang kebanyakan cenderung dialami oleh pemimpin perempuan. Di antaranya ialah sebagai berikut.

Sulit Memiliki kepercayaan diri

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pemimpin perempuan adalah kurangnya rasa percaya diri. Hal ini dapat disebabkan oleh masih adanya pandangan kontra dari pihak-pihak yang tidak setuju atau kurang menyukai peran perempuan sebagai pemimpin. Ha ini lah yang bisa menjadi salah satu tekanan tersendiri bagi perempuan.

Selain kurang PD, kaum perempuan juga sering mengalami kecemasan diri. Bentuknya macam macam mulai dari kecemasan memperoleh kepercayaan timnya atau tidak, dipercaya atau tidak, mampu atau tidak, dan sebagainya.

Sulit mengemukakan pendapat

Beberapa dari pemimpin perempuan lebih banyak atau memilih diam karena khawatir akan dikucilkan atau tidak didengarkan oleh timnya. Hal itu menyebabkan mereka tidak bebas untuk mengemukakan pendapat atau pikirannya.

Padahal anggota tim membutuhkan seseorang yang dapat memberikan arahan dan kebijakan yang jelas atas pekerjaan yang harus dilakukan terlepas apakah pemimpinnya tersebut laki-laki atau perempuan.

Imposter Syndrome

Tantangan pemimpin perempuan selanjutnya adalah  imposter syndrome.  imposter syndrome sendiri merupakan perilaku yang membuat penderitanya meragukan kemampuan, prestasi, dan kesuksesan yang dicapainya.

Mendapatkan dukungan dari sesama perempuan

Percaya ngak percaya, hubungan sosial sesama perempuan lebih rumit lho dibanding laki laki, terutama dalam hubungan pekerjaan. Kepemimpin perempuan banyak yang meyakini bahwa lebih menyebalkan dibandingkan dengan pemimpin laki-laki.

Padahal hal tersebut bisa saja terjadi karena hubungan yang terjalin kurang baik, apalagi terkait masalah personal di antara perempuan. Penting bagi perempuan untuk dapat saling mendukung dan menghormati sebagaimana mestinya.

Kesetaraan dalam hal perlakuan

Meskipun kampanye tentang kesetaraan gender marak digaungkan di mana-mana, faktanya masih banyak yang mendiskriminasi kaum perempuan dalam hal kepemimpinan. Padahal, dengan perempuan menjadi pemimpin pun telah membuktikan bahwa mereka kompeten dalam bidangnya.

Baca juga: Agile sebagai Solusi Pintar Menciptakan Peluang & Inovasi

Kesimpulan

Nah itulah tadi beberapa ulasan yang sudah Anda baca. Tentunya kepemimpinan perempuan tidak dapat dipandang remeh.  Mempercayakan sebuah kepemimpinan kepada perempuan, juga tidak asal karena akan banyak masalah yang akan Anda hadapi, salah satunya masalah kerugian yang mungkin bisa dialami oleh perusahaan.

Menentukan solusi atas permasalahan bisnis dapat Anda pelajari sebagai seorang pebisnis dan leader melalui metode coaching yang tepat. Hijrah Coach memfasilitasi pelatihan terkait penyusunan strategi bisnis dan cara mengatasi permasalahan yang ada untuk kemajuan bisnis Anda.

Menariknya, Anda juga bisa bergabung di komunitas elite dengan berbagai leader perusahaan nasional yang memiliki strategi bisnis khusus. Komunitas para coach profesional di Associate Hijrah Coach telah tersertifikasi Certified Business Coach bertaraf Internasional dengan penghasillan lebih dari USD 50.000.

Ikuti Hijrah Coach baik secara offline dan online!

Mengusung tema “Advancing Women Leadership”, Hijrah Coach menggelar Online Interactive Workshop bersama PT Telkom Indonesia pada 5 Agustus 2021. Materi workshop ini disampaikan oleh Coach Intan Erlita, Psi. PBHC. CBHC. CHMP. Psikolog dan Managing Director dan Firm Owner Coach of Hijrah Coach.

Tak hanya insight seputar women leadership dan neuroscience, Interactive Workshop ini juga dilengkapi dengan Brain Dominance Profiling dan Post Exercise. Terima kasih atas partisipasi dan kerja samanya, PT Telkom Indonesia!

Hubungi kami dan share kebutuhan training perusahaan Anda melalui WA +62-821-7797-9779 atau email salam@hijrahcoach.co.id.

 

Scroll to Top