Hindari di-ghosting customer

Client Ghost, Cari Tahu Penyebab dan Teknik Mengatasinya!

Persaingan mendapatkan pelanggan atau client dalam dunia bisnis terhitung ketat. Jika Anda tidak mampu bersaing, perkembangan bisnis Anda cenderung lambat, bahkan tidak berkembang sama sekali. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memikirkan strategi meningkatkan kepercayaan pelanggan atau client.

Adanya kepercayaan dari pelanggan menjadikan bisnis Anda menjadi pilihan utama pelanggan. Selain itu, peluang Anda menghadapi client ghost yang menghilang secara mendadak pun semakin kecil. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud client ghost? Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Lalu, bagaimana cara menghadapi client ghost?

Artikel ini akan mengajak Anda untuk memahami client ghost. Lebih dari itu, Anda juga akan menemui pembahasan tentang teknik untuk menghindari pelanggan yang melakukan ghosting untuk bisnis Anda. Yuk simak dan temukan cara efektif menghalau client ghost!

Baca juga: Agile sebagai Solusi Pintar Menciptakan Peluang & Inovasi

 

Apa itu Client Ghost?

Istilah ghosting mengacu pada pemutusan komunikasi secara sepihak tanpa memberikan alasan yang jelas. Pelaku ghosting mengabaikan seluruh bentuk komunikasi yang dibangun oleh pihak yang dighosting. Hal ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan.

Pada ranah bisnis, klien pun tak jarang melakukan ghosting. Biasanya, komunikasi yang dilakukan perusahaan diabaikan begitu saja oleh client ghost. Alih-alih memberikan alasan atau mengajukan pertanyaan terkait produk, klien ini memilih berdiam diri seolah-olah menghilang dari bumi.

Perilaku ghosting dari pelanggan merupakan masalah krusial dalam hal pelayanan. Anda patut waspada saat hal ini terus-terusan terjadi karena bisa berujung pada kegagalan Anda memenuhi target penjualan. Oleh karena itu, penyebab perilaku ghosting dan teknik komunikasi yang ampuh untuk menangkal perilaku ghosting dari klien penting Anda ketahui.

Baca juga: Sudah Capek Promosi tapi Customer Bisnis Masih Sepi? Coba Strategi Promosi Ini

 

Kenapa Bisnis Anda Terkena Ghosting Pelanggan?

Tidak Menjalankan Follow Up

Terkadang klien berniat membeli produk Anda tapi lupa dan tidak bermaksud ghosting. Di sisi lain, bisa jadi klien sedang mempertimbangkan produk serupa dari kompetitor. Saat menghadapi situasi ini, tidak ada salahnya bagi Anda untuk follow up klien dengan memberikan pilihan lainnya yang masih relevan dengan keinginannya.

Ada tipe klien yang memerlukan waktu lama untuk berpikir. Ada pula yang baru tertarik membeli produk saat melihat produk secara berulang. Follow up ini berfungsi untuk menawarkan kembali produk Anda sehingga tertanam di memori klien. Sebaiknya jadwalkan follow up secara terjadwal agar customer tidak risih saat dihubungi kembali.

Klien Merasa Terlalu Dipaksa

Setiap klien atau pelanggan memiliki karakteristik yang berbeda. Sebagai pebisnis, tentunya kejelian Anda dalam menilai klien diperlukan. Namun, perlu Anda ingat bahwa sebaik apapun sikap klien, tetap saja klien tidak senang saat Anda terkesan memaksanya membeli produk.

Saat klien merasa terlalu dipaksa, ketertarikan membeli produk pun luntur seketika. Bahkan bisnis Anda akan dicap memiliki pelayanan yang buruk. Anda dapat mengatasi situasi tersebut dengan menerapkan komunikasi penawaran yang baik. Selain itu, hindari kalimat yang terkesan memaksa klien untuk membeli produk.

Menghubungi Klien Pada Waktu yang Tidak Tepat

Waktu sibuk dari setiap customer berbeda-beda. Sebaiknya, pilih waktu yang kebanyakan orang sedang senggang atau luang. Hindari menghubungi klien saat malam, dini hari ataupun terlalu pagi. Klien yang terganggu cenderung tidak berminat membeli produk Anda.

Usai mengetahui penyebab klien melakukan ghosting, selanjutnya Anda perlu menerapkan teknik komunikasi ampuh untuk menghindari di-ghosting oleh customer. Teknik menangkal client ghosting ini disebut dengan teknik Pacing dan Leading.

Baca juga: Pentingnya Menjadi Mind Practitioner bagi Leader Perusahaan

 

Teknik Pacing dan Leading untuk Mengatasi Client Ghost

Teknik Pacing

Pacing adalah sebuah proses membangun kesamaan persepsi serta memahami kebutuhan customer, agar mereka merasa nyaman saat berkomunikasi dengan Anda.

Penerapan teknik Pacing dapat dipelajari dari percakapan di bawah ini:

Customer: Halo. Sepatu A warna hitam masih ready nggak ya?

Penjual: Masih, Kak. Kakak butuh yang ukuran berapa?

Customer: Ukurannya 39.

Penjual: Baik, stoknya masih ada, Kak. Apakah ada lagi yang Kakak butuhkan atau ingin ditanyakan?

Customer: Hmm.. saya minat, tapi takut ukurannya beda kalau beli online.

Penjual: Untuk sepatu A ukuran 39 itu 24.5 cm. Jika nanti ukurannya tidak sesuai, ada garansi 1 minggu untuk penukaran sepatu di toko kami. Bagaimana, Kak?

Customer: Wah, mantap. Oke saya take ya

Teknik Leading

Leading adalah proses mengarahkan customer untuk membeli produk, berupa pertanyaan yang powerful agar customer sulit menolak penawaran Anda.

Adapun contoh teknik Leading, seperti berikut:

  • Kak, jadi order yang warna putih atau biru?
  • Metode pembayaran yang mudah Kakak akses, transfer bank, e-wallet, atau convenience store?
  • Apakah mau dikirim atau COD, Kak?

Hijrah Coach memfasilitasi pelatihan terkait penerapan strategi atau teknik komunikasi bisnis yang tepat untuk kemajuan bisnis Anda. Menariknya, Anda juga bisa bergabung di komunitas elite dengan berbagai leader perusahaan nasional yang memiliki kiat khusus.

Keunggulan lainnya, program sertifikasi Hijrah Coach didesain khusus untuk para leader, CEO, entrepreneur, dan business owner yang ingin mentransformasi bisnis agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Ikuti Hijrah Coach baik secara offline dan online!

 

 

Scroll to Top